RELASI MANUSIA DENGAN TANGGUNG JAWAB

 MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Ditulis Oleh : Mohammad Fierza Heikkal Firdaus

KELAS 1IA06
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2021




A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Berdasarkan KBBI arti tanggung jawab berkewajiban menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Sedangkan menurut definisi umumnya, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku dan perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja. Tanggung jawab sudah melekat pada diri kita sejak didalam rahim ibu.
Sebab itu, tanggung jawab berkaitan erat dengan kewajiban. Kewajiban  adalah  sesuatu  yang dibebankan  terhadap  seseorang,  kewajiban  merupakan tandingan  terhadap  hak,  dan dapat  juga  tidak  mengacu  kepada  hak,  maka  tanggung jawab  dalam  hal  ini  adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. 


Macam-macam tanggung jawab


1. Terhadap diri sendiri 

Dalam melaksanakan tanggung jawab, kita harus mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri.  Selain itu, memahami  tujuan  hidup  supaya  langkah  untuk dikerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau  apapun  yang  terjadi. Kesuksesan dimasa depan tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar  depan.  

2. Terhadap keluarga

Tiap – tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga terhadap kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan. Contoh, seorang ayah yang rela bekerja keras dari pagi hingga malam demi memenuhi kebutuhan anak-istrinya.

3. Terhadap Masyarakat 

Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4. Terhadap Bangsa dan Negara

Pendidikan  merupakan  salah  satu  dari  contoh  bentuk tanggungjawab  masyarakat  atau lebih  khususnya  pelajar  terhadap  bangsa  dan  negara. Sedikitnya  terdapat  tiga  alasan  untuk  memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. 

5. Terhadap Tuhan

Penciptaan    manusia    dilandasi    oleh    sebuah    tujuan    luhur.    Maka,    tentu    saja keberadaannya   disertai   dengan   berbagai   tanggungjawab.   Konsekuensi   kepasrahan manusia  kepada  Allah  Swt,  dibuktikan  dengan  menerima  seluruh  tanggungjawab (akuntabilitas)   yang  datang  dari-Nya  serta  melangkah  sesuai  dengan  aturan-Nya. Berbagai  tanggungjawab  ini,  membentuk  suatu  relasi tanggungjawab  yang  terjadi antara  Tuhan,  manusia  dan  alam.


B. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN       

1. Pengabdian                      

Pengabdian  itu  adalah  perbuatan  baik  yang  berupa  pikiran,  pendapatataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian  itu  hakekatnya  adalah  rasa  tanggung  jawab,  apabila  orang  bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada   keluarga.   Lain   halnya   jika   kita   membantu   teman   dalam   kesulitan,mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja


Macam macam pengabdian


a. Pengabdian kepada keluarga 

 

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, anak-anak kepada orang tuanya.


b. Pengabdian kepada masyarakat 

 

Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, oleh karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, mengganggu orang, atau merampas hak orang lain, maka bagaimanapun juga ia akan merasa malu.


c. Pengabdian kepada Negara 

 

Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.


d. Pengabdian kepada Tuhan 

 

Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

2. Pengorbanan  

 

Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung  pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.


C. STUDI KASUS (VERSAILLES WEDDING HALL DISASTER)

Penyelidikan atas peristiwa tersebut menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut tidak disebabkan oleh serangan teroris. Hal ini berdasarkan kesaksian yang diberikan oleh banyak tamu pernikahan yang hadir di gedung selama bencana. Saksi mata melaporkan melihat keruntuhan yang berbahaya di lantai beberapa saat sebelum keruntuhan. Penyelidikan awal menyalahkan runtuhnya metode Pal-Kal dalam membangun sistem lantai beton ringan yang dilarang segera setelah aula pernikahan selesai karena diketahui dan terbukti tidak aman. Tinjauan lebih lanjut menunjuk pada kombinasi dua penyebab alternatif.


Awalnya, sisi bangunan yang runtuh didesain berstruktur dua lantai, sedangkan sisi lainnya didesain tiga lantai. Di akhir proses konstruksi, diputuskan bahwa kedua sisi bangunan harus sama tingginya, dan lantai ketiga ditambahkan ke sisi yang lebih pendek. Namun, beban hidup akibat hunian biasanya jauh lebih besar daripada beban desain untuk atap. Akibatnya, struktur yang menopang lantai ketiga yang baru mengalami pembebanan yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan semula. Efek dari kesalahan ini agak dikurangi dengan pembangunan partisi di lantai bawah, yang membantu mendistribusikan kelebihan beban sehingga tidak ada kerusakan yang terjadi.


Beberapa minggu sebelum keruntuhan, pemilik aula pernikahan memutuskan untuk menghilangkan partisi. Dengan dihilangkannya jalur beban, lantai di atasnya mulai melorot beberapa sentimeter. Pemiliknya memandang lantai yang kendur  sebagai masalah biasa saja, dan berusaha meratakannya dengan nat dan isian tambahan. Namun, pendekatan mereka tidak hanya gagal memberikan kapasitas struktural tambahan, tetapi juga secara tidak sengaja menimbulkan beban mati baru dan signifikan di area yang melemah.


OPINI

Menurut kami permasalahan ini terjadi karena tidak bertanggung jawabnya pemilik Gedung dan yang merancang konstruksi Gedung, para pekerja yang menkonstruksi bangunan hanya melihat secara kasar mengenai konstruksinya tanpa memikirkan masalah yang mendetil akibat dari kesalahan yang akan terjadi, juga sang pemilik mengabaikan suatu masalah sebagai hal yang biasa sehingga menyebabkan terjadinya insiden ini. Ketidak tanggung jawaban para pekerja konstruksi dan sifat cerobohnya sang pemilik Gedung merupakan poin utama sebagai kasus lalainya manusia dan tanggung jawab.

Komentar